KEBEBASAN AKADEMIK DAN OTONOMI KEILMUAN

Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta

 Kebebasan Akademik
(1) Di dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan pada perguruan tinggi berlaku kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan;
(2) STiPsi Jogja menjunjung tinggi kebebasan akademik, termasuk kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan, yaitu kebebasan yang dimiliki anggota civitas akademika di lingkungan STiPsi Jogja untuk melaksanakan kegiatan akademik yang terkait dengan pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan, secara bertanggung jawab serta mandiri;
(3) Kebebasan akademik bermakna kebebasan yang dimiliki oleh civitas akademika untuk melakukan kegiatan ilmiah berupa penulisan hasil kajian, penelitian, diskusi, dan kegiatan ilmiah lain; kebebasan akademik disediakan sebagai kesempatan yang memungkinkan seorang akademikus, sendiri atau bersama-sama, berikhtiar memajukan ilmu serta menguji pendapat, pandangan, dan penemuan secara ilmiah;
(4) Kebebasan mimbar akademik yang berlaku sebagai bagian dari kebebasan akademik, bermakna kebebasan Tenaga Pendidik untuk memajukan ilmu dan menguji pendapat, pandangan, serta penemuan secara bebas dan profesional sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan di dalam forum akademik, seperti studium generale, simposium, ceramah, diskusi panel, seminar, dan ujian di dalam rangka pelaksanaan pendidikan akademik, vokasi, dan/atau profesi, yang dilaksanakan secara tertib sehingga tidak mengganggu ketertiban umum;
(5) Kebebasan akademik seperti dimaksud ayat (1) Pasal ini dilaksanakan di kampus sebagai lingkungan fisik STiPsi Jogja;
(6) Kebebasan mimbar akademik dapat dilaksanakan di luar kampus STiPsi Jogja atau di tempat-tempat lain yang dinyatakan di dalam surat penugasan sepanjang tempat tersebut dapat dianggap bagian tertentu atau ekstensi dari STiPsi Jogja;
(7) STiPsi Jogja dapat mengundang tenaga ahli dari luar STiPsi Jogja untuk menyampaikan pikiran dan pendapat, sesuai dengan norma serta kaidah keilmuan di dalam rangka pelaksanaan kebebasan akademik;
(8) Pelaksanaan kebebasan akademik diarahkan untuk memantapkan terwujudnya pengembangan diri civitas akademika, ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian, pembangunan nasional, dan tatatan dunia baru yang lebih adil serta sejahtera;
(9) Ketua STiPsi Jogjamengupayakan dan menjamin agar setiap anggota civitas akademika dapat melaksanakan kebebasan akademik di dalam rangka pelaksanaan tugas serta fungsinya secara mandiri, sesuai dengan aspirasi pribadi, dan dilandasi oleh norma serta kaidah keilmuan, dan tidak bertentangan dengan norma-norma kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan pergaulan internasional;
(10) Di dalam melaksanakan kebebasan akademik seperti dimaksud ayat (1) Pasal ini, setiap anggota civitas akademika harus mengupayakan agar kegiatan dan hasilnya dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan akademik STiPsi Jogja;
(11) STiPsi Jogjamenyadari bahwa kebebasan akademik mengandung makna ilmu dan amal ilmiah yang tidak boleh menganggu stabilitas nasional dan internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, serta keamanan; 
(12) Di dalam melaksanakan kebebasan akademik, setiap anggota anggota civitas akademika harus bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan dan hasilnya, yaitu harus sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan;
(13) Di dalam melaksanakan kebebasan akademik seperti dimaksud ayat (1) Pasal ini, Pimpinan STiPsi Jogja dapat mengizinkan penggunaan sumber daya STiPsi Jogja, sepanjang kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk merugikan pribadi lain atau semata-mata untuk memperoleh keuntungan bagi pribadi yang melakukannya, dan tidak membawa dampak yang merugikan masyarakat pada umumnya;
(14) Pelaksanaan kebebasan akademik seperti dimaksud ayat (1) Pasal ini ditetapkan oleh Ketua dengan pertimbanganSenatSekolah Tinggi.
  
Otonomi Keilmuan
 
(1) STiPsi Jogja merupakan lembaga otonom di dalam pengelolaan lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian/pelayanan masyarakat;
(2) Otonomi keilmuan merupakan kegiatan keilmuan yang berpedoman pada norma dan kaidah keilmuan yang harus ditaati oleh para anggota civitas akademika;
(3) Di dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian, STiPsi Jogjaserta civitas akademika berpedoman pada otonomi keilmuan;
(4) Perwujudan otonomi keilmuan pada STiPsi Jogja diatur, dikelola, ditetapkan dan dilaksanakan Ketua dengan pertimbanganSenatSekolah Tinggi.