1. Sistem Kredit Semester

Sistem yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta adalah sistem kredit semester dengan semi paket. Sistem kredit semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban studi dosen dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dinyatakan dalam satuan kredit.

Sistem kredit juga merupakan sistem pendidikan yang memperhatikan adanya perbedaan individual seperti kemampuan, bakat dan minat diantara para mahasiswa. Meskipun menggunakan semi paket, tapi tetap ada aturan bahwa mahasiswa yang nilainya kurang baik maka harus memperbaiki dengan cara mengulang mata kuliah yang bersangkutan.

Penggunaan sistem ini bertujuan untuk :

  • Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap, cerdas dan giat belajar untuk dapat menyelesaikan studinya dengan singkat.
  • Mempermudah proses penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat dewasa ini
  • Melaksanakan sistem pendidikan untuk menghasilkan sarjana yang menghasilkan sarjana yang berkualitas dan siap saing di dunia kerja.
  • Untuk memungkinkan pengalihan/transfer kredit antar jurusan atau antar program studi atau antar perguruan tinggi.
  • Menyelenggarakan sistem evaluasi kecakapan mahasiswa dengan sebaik-baiknya.

Untuk memperjelas pengertian mengenai sistem kredit ini, maka ciri-ciri yang terdapat dalam sistem kredit adalah sebagai berikut :

  • Bobot tiap-tiap kegiatan pendidikan dinyatakan dengan satuan kredit (SKS).
  • Besarnya SKS untuk setiap kegiatan pendidikan yang berlainan tidak harus sama.
  • Besarnya SKS untuk masing-masing kegiatan pendidikan didasarkan atas banyaknya jam kegiatan yang digunakan setiap minggu untuk kegiatan tersebut.
  • Banyaknya SKS yang diambil oleh mahasiswa pada semester tertentu ditentukan oleh kemampuan studi mahasiswa pada semester sebelumnya, karena untuk mata kuliah prasyarat tidak boleh mendapatkan nilai E dan apabila melebihi batas toleransi mahasiswa tidak diperbolehkan mengikuti ujian/tidak lulus dan harus mengikuti Remidiasi.

2. Beban Pendidikan Dan Satuan Kredit.

SKS Untuk Kuliah

SKS untuk kegiatan kuliah diperhitungkan atas dasar sebagai berikut : 1 SKS adalah kegiatan pendidikan selama 40 menit dalam seminggu. Untuk setiap mata kuliah, ada yang memiliki beban 1 SKS (40 menit), 2 SKS (80 menit), atau 3 SKS (120 menit). Oleh karena dalam satu semester ada 12 minggu (12 pertemuan), maka untuk mata kuliah dengan beban 2 SKS, memiliki kegiatan pendidikan selama 21 jam.

Dalam tiap semester mahasiswa hanya boleh tidak hadir dalam pertemuan tiap mata kuliah adalah maksimal 2 x pertemuan.

Untuk efektifitas pendidikan, pemberian kuliah harus disesuaikan dengan SKSnya, misalnya mata kuliah 3 SKS dapat diberikan tiga kali, dua kali atau satu kali, tergantung pada sifat mata kuliah, keadaan ruang dan dosen.

SKS Untuk Penelitian

Untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi (S1), maka penelitian yang harus dilakukan mahasiswa guna penyusunan skripsi dinilai 6 SKS, termasuk penyusunan skripsi.

 

3. Ujian dan Penilaian

Maksud dan Tujuan Penyelenggaraan Ujian

  1. Untuk menilai apakah seorang mahasiswa telah memahami atau mengusai bahan yang disajikan.
  2. Untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kemampuannya ke dalam kelompok amat baik (A), kelompok baik (B), kelompok cukup (C), kelompok kurang (D), kelompok minus (E).
  3. Untuk menilai apakah bahan ajar yang disajikan dan cara menyajikannya telah sesuai dengan kondisi mahasiswa dan berlangsung cukup baik.

Tujuan pertama dan kedua terutama ditujukan kepada para mahasiswa. Sedangkan tujuan ketiga ditujukan kepada bahan kegiatan pendidikan dan para dosen terkait. Sistem ujian dan penilaian harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan tersebut agar penyelenggaraan ujian dan penilaian dapat berjalan dengan baik.

Sistem Ujian

Ujian dapat dilaksanakan dengan berbagai macam cara, seperti ujian tertulis, ujian lisan, ujian seminar, ujian tugas take home , penulisan essay dan karya ilmiah, dan sebagainya. Ujian juga dapat dilakukan dengan kombinasi berbagai metode tersebut yang akan disesuaikan dengan sifat kegiatan pendidikan. Agar maksud dan tujuan diselenggarakannya ujian dapat tercapai, maka perlu diadakan beberapa kali, yaitu : ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS). Data nilai mahasiswa diperoleh berdasarkan hasil nilai UAS, UTS dan nilai kegiatan rangkaian, seperti ; penulisan karangan/essay, tugas dan pekerjaan rumah, keaktifan kelas/partisipasi dalam kelas, praktek, diskusi, kuis dan sebagainya.

Dalam menentukan nilai akhir, bobot nilai-nilai yang merupakan komponennya perlu ditentukan dulu oleh dosen yang bersangkutan dan diberitahukan kepada mahasiswa, misalnya ; nilai UAS 50%, nilai UTS 50%, Tugas Rumah 15%, keaktifan kelas 10%. Dengan adanya data nilai yang terdiri atas berbagai jenis nilai tersebut, evaluasi hasil studi mahasiswa dalam suatu kegiatan pendidikan dapat dilaksakan lebih tepat. Hal ini juga akan memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk rajin belajar.

Sistem Penilaian

Sistem penilaian yang sesuai dengan maksud dan tujuan yang disebutkan di atas adalah sistem penilaian relatif, yaitu sistem yang digunakan untuk menilai kemampuan mahasiswa secara relatif terhadap kemampuan mahasiswa lain dalam kelas. Dalam hal ini digunakan anggapan bahwa dalam suatu kelompok mahasiswa, pasti terdapat mahasiswa yang berkemampuan amat baik, baik, cukup dan minus. Dengan demikian diberikan penilaian dengan bobot untuk masing-masing nilai sebagai berikut :

A     = 4

A -   = 3,5

B     = 3

B -   = 2,5

C     = 2

C -    = 1,5

D     = 1

D -   = 0,5/tidak lulus

E     = 0

 

Selain standar nilai tersebut, dimungkinkan pula untuk memberi nilai K dan T, yang berarti :

K = Kosong. Data nilai tidak ada karena mahasiswa yang bersangkutan belum mengumpulkan tugas, dan bila dalam waktu yang sudah ditentukan belum mengumpulkan kewajibannya maka akan diberikan nilai E.

T = Tunda. Nilai belum bisa dimasukkan ke lembar KHS karena dosen belum mengumpulkan nilai ke bagian Akademik.

 

4. Evaluasi Hasil dan Batas Waktu Studi

Evaluasi Hasil Studi

Evaluasi hasil studi mahasiswa dilakukan dengan menghitung indeks prestasi (nilai rata-rata) dengan menggunakan rumus berikut :

IP  =  (Jumlah SKS Mata Kuliah Yang Diambil) X (Nilai Bobot Masing-Masing)

Jumlah SKS Mata Kuliah Yang Diambil

Untuk nilai K & T tidak diikutkan dalam perhitungan IP. Evaluasi hasil studi dilakukan sekurang-kurangnya pada akhir semester, pada akhir dua tahun pertama dan pada akhir jenjang studi.

 Evaluasi Hasil Studi Dua Tahun Pertama

Pada akhir dua tahun pertama, terhitung mulai saat mahasiswa resmi kuliah, hasil studi mahasiswa akan dievaluasi untuk menentukan apakah ia dapat melanjutkan studi atau justru harus meninggalkan studi di Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta.

Mahasiswa boleh melanjutkan studi apabila memenuhi syarat-syarat berikut :

  1. Mengumpulkan sekurang-kurangnya 30 SKS
  2. Mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2,00 (rata-rata C)
  3. Tanpa satu pun nilai E

Nilai D tetap dapat dipergunakan untuk menghitung IP, pada dua tahun pertama mahasiswa tidak diizinkan mengambil cuti akademik.

Evaluasi Hasil Studi Pada Akhir Program Studi

Jumlah SKS yang harus ditempuh oleh mahasiswa STiPsi Yogyakarta untuk menyelesaikan jenjang pendidiakn Sarjana Psikologi (S1) adalah 149 sks, dengan persyaratan lainnya adalah :

  1. IP Kumulatif kegiatan pendidikan di luar skripsi = 2,00
  2. Tidak ada nilai E
  3. Jumlah SKS kegiatan pendidikan dengan nilai D, tidak lebih dari 25% dari total SKS
  4. Telah menyelesaikan dan menempuh ujian skripsi dengan nilai minimal C

Mahasiswa yang dinyatakan lulus menerima predikat kelulusan sebagai berikut :

  • IPK 3,51 s/d 4,00 dengan pujian (Cum Laude)
  • IPK 2,76 s/d 3,50 sangat memuaskan
  • IPK 2,00 s/d 2,75 memuaskan

Untuk memperbaiki nilainya, mahasiswa diperkenankan mengambil kembali kegiatan pendidikan yang pernah diikuti dalam batas waktu studi yang diizinkan. Nilai yang dipergunakan untuk menghitung IP ialah nilai tertinggi yang pernah dicapai.

Batas Waktu Studi

Jenjang studi sarjana Psikologi (S1) harus dapat diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) tahun studi. Pada akhir batas waktu studi dilakukan evaluasi hasil studi. Apabila ternyata syarat-syarat penyelesaian jenjang studi tidak dipenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan harus meninggalkan Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (mengundurkan diri).

 

5. Remidiasi

Remidiasi adalah kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai, baik yang disebabkan oleh kurangnya jumlah kehadiran mahasiswa tatap muka dikelas atau karena alasan lain yang memenuhi prosedur.

Remidiasi sebenarnya lebih mengarah kepada hukuman yang sebisa mungkin dihindari oleh mahasiswa, karena mahasiswa memiliki konsekuensi harus membayar sejumlah biaya di luar ketentuan biaya reguler. Pembayaran remidiasi telah diatur dengan Surat Keputusan Ketua STIPSI Jogja No. 037/STIPSI/SK/VIII/2012.

 

 

Show Buttons
Hide Buttons