Pembukaan masa orientasi mahasiswa baru 2014 dilaksanakan Selasa, 2 September 2014 oleh Ketua Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta, Adi Heryadi,S.Psi.,M.Psi dalam sambutannya Ketua STIPSI menyampaikan harapan semoga mahasiswa baru akan kerasan dan betah di kampus STIPSI karena filosofi yang dibangun dikampus ini adalah Rumahnya Mahasiswa Indonesia, dengan komitmen tersebut segenap civitas akademika STIPSI sepakat untuk menjadikan kampus bernuansa rumah dimana mahasiswa bisa nyaman dan enjoy dalam mengikuti proses pembelajaran. Didukung dengan fasilitas hotspot yang cepat dan semua ruangan ber-ac serta keramahan dan keakraban dosen, karyawan, dan mahasiswa semoga benar-benar terasa di rumah sendiri sehingga walaupun mahasisiwa jauh dari orang tua tetap tergantikan fungsi tersebut.

Sementara Ketua Yayasan STIPSI Drs.H.Kalis Purwanto,MM mengingatkan mahasiswa baru agar selalu menjadi orang budiman, berintegritas, dan punya komitmen. Kandidat Doktor di Universitas Airlangga Surabaya ini lebih lanjut menguraikan 3 harapannya tersebut yang memperoleh sambutan dan antusiasme dari mahasiswa. Sementara motivator Drs.H Teguh Sunaryo yang juga Ketua Dewan Penyantun STIPSI mengajak mahasiswa untuk menjadi sarjana Psikologi yang sukses studi di Jogja dengan rajin menjalin silaturahim agar terbentuk jejaring yang luas, lebih lanjut Pak Teguh menambahkan yang sudah datang jauh dari luar Jogja harus betul-betul memanfaatkan waktu studi di Jogja untuk belajar banyak hal di kota pendidikan dan kota budaya ini.

Hari ini, 3 September 2014 agenda kegiatan adalah mendengarkan cerita sukses alumni STIPSI, dua alumni STIPSI dihadirkan dari angkatan 2006 yaitu Intan Caesia, S.Psi., sebagai entrepreuner yang memiliki Homeschooling Anak Pelangi dan AP Nadya Febridilla, S.Psi., Staf HRD PT. Intrias Mandiri Sejati (IMS) Yogyakarta, dalam pemaparannya kedua alumni ini menceritakan bagaimana pengalaman studi mereka dulu dan pengalaman mereka ketika lulus kemudian membuat keputusan untuk bekerja dan membuat usaha sendiri, Intan menceritakan bahwa keberaniannya membuka usaha ini dikarenakan memang sejak awal ia memiliki ketertarikan pada Psikologi Perkembangan terutama anak-anak, kemudian saat kuliah ia juga diajarkan bagaimana merdekanya menjadi seorang pengusaha yang tidak terikat waktu dan bebas mengatur diri sendiri sehingga ia memberanikan diri memulai usaha tersebut dan kini sudah berjalan hampir 2 tahun dengan 38 sisiwa. Sementara AP Nadya menceritakan upaya percaya diri dan bangkit ketika gagal melamar kerja, gagal coba lagi gagal coba lagi hingga akhirnya diterima. AP NAdya menambahkan bahwa apa yang dipelajarinya di bidang Psikologi Industri dan Organisasi hampir semuanya digunakan saat di dunia kerja.