Aturan Akademik

1. Sistem Kredit 

Sistem yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan pada Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta adalah Sistem Kredit Semester dengan semi paket. Sistem Kredit Semester adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dinyatakan dalam kredit.

Sistem kredit juga merupakan sistem pendidikan yang memperhatikan adanya perbedaan individual seperti kemampuan, bakat dan minat diantara para mahasiswa. Meskipun menggunakan semi paket, tapi tetap ada aturan bahwa mahasiswa yang nilainya kurang harus melakukan perbaikan dengan mengulang mata kuliah yang bersangkutan.

Penggunaan sistem kredit semester pada Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta ini bertujuan untuk :

  1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih singkat dari yang lain.
  2. Mempermudah proses penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat dewasa ini.
  3. Melaksanakan sistem pendidikan untuk menghasilkan sarjana yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja.
  4. Untuk memungkinkan pengalihan (transfer) kredit antara antara jurusan atau antara program studi.
  5. Untuk memungkinkan perpindahan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang satu ke Perguruan Tinggi yang lain.
  6. Menyelenggarakan sistem evaluasi kecakapan mahasiswa dengan sebaik-baiknya.

Untuk memperjelas pengertian mengenai sistem kredit ini , maka ciri-ciri yang terdapat dalam sistem kredit adalah sebagai berikut :

  1. Bobot tiap-tiap kegiatan pendidikan dinyatakan dengan satuan kredit (SKS).
  2. Besarnya SKS untuk setiap kegiatan pendidikan yang berlainan tidak harus sama.
  3. Besarnya SKS untuk masing-masing kegiatan pendidikan didasarkan atas banyak jam kegiatan yang digunakan setiap minggu untuk kegiatan tersebut.
  4. Banyaknya SKS yang diambil oleh mahasiswa pada semester tertentu ditentukan oleh kemampuan studi mahasiswa pada semester sebelumnya, karena untuk mata kuliah prasyarat tidak boleh mendapatkan nilai E.

 

2. Beban Pendidikan dan Satuan Kredit

Beban Pendidikan menyangkut beban studi bagi mahasiswa dan beban mengajar bagi dosen yang memerlukan suatu ukuran, ukuran ini dinyatakan dalam Satuan Kredit yang disebut Satuan Kredit Semester (SKS). SKS ini ditentukan untuk setiap kegiatan pendidikan, seperti kuliah, praktek laboratorium, praktek lapangan, penelitian dan lain-lain kegiatan.

SKS Untuk Kuliah
SKS untuk kegiatan kuliah diperhitungkan atas dasar sebagai berikut:

Satu SKS adalah kegiatan pendidikan selama 45 menit dalam seminggu. Untuk setiap mata kuliah, ada yang memiliki beban 1 SKS (45 menit), 2 SKS (90 menit)  atau 3 SKS (135 menit). Oleh karena dalam satu semester ada 14 minggu (14 pertemuan), maka untuk mata kuliah dengan beban 2 SKS, memiliki kegiatan pendidikan selama 21 jam.
Untuk efektifitas pendidikan, pemberian kuliah harus disesuaikan dengan SKS-nya. Misalnya mata kuliah dengan 3 SKS dapat diberikan tiga kali, dua kali atau satu kali, tergantung pada sifat mata kuliah, keadaan ruang dan dosen. 

SKS Untuk Praktek Laboratorium

Perhitungan beban pendidikan yang menyangkut kemampuan ketrampilan psikomotorik dan kegiatan fisik, yang lazimnya dilakukan dalam kegiatan praktek laboratorium, pada dasarnya sama dengan perhitungan kegiatan kuliah. Perbedaannya, yaitu : kalau 1 SKS kegiatan kuliah adalah 45 menit, maka untuk kegiatan praktek laboratorium ini 1 SKS sama dengan 2-3 jam. Apabila suatu kuliah diserta dengan praktek laboratorium, maka harus disusun acara-acara kegiatan kuliah dan praktek laboratorium yang sesuai dengan SKS masing-maing yang telah ditentukan.

SKS Untuk Praktek Lapangan

Perhitungannya sesuai dengan perhitungan SKS untuk praktek laboratorium.

SKS Untuk Penelitian

Untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi (S1), maka penelitian yang harus dikerjakan mahasiswa guna penyusunan skripsi dinilai 6 SKS, termasuk penulisan skripsi.

3. Ujian dan Penilaian 

Maksud dan Tujuan Penyelenggaraan Ujian, ialah :

  1. Untuk menilai apakah seorang mahasiswa telah memahami atau menguasai bahan yang disajikan.
  2. Untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kemampuannya ke dalam kelompok amat baik (A), kelompok baik (B), kelompok cukup (C), kelompok kurang (D), dan kelompok jelek (E).
  3. Untuk menilai apakah bahan yang disajikan telah sesuai serta cara menyajikannya telah cukup baik, sehingga para mahasiswa dengan usaha yang wajar dapat memahami bahan tersebut.

Tujuan pertama dan kedua tersebut terutama ditujukan kepada para mahasiswa. Tujuan ketiga terutama ditujukan kepada bahan kegiatan pendidikan dan dosen. Sistem ujian dan penilaian harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan tersebut agar penyelenggaraan ujian dan penilaian dapat berjalan dengan baik.

Sistem Ujian

Ujian dapat dilaksanakan dengan berbagai macam cara, seperti; ujian tertulis, ujian lisan, ujian dalam bentuk seminar, penulisan karangan/essay dan sebagainya. Ujian juga dapat dilakukan dengan berbagai kombinasi cara-cara tersebut. Tentu saja, hal itu harus disesuaikan dengan sifat kegiatan pendidikan.
Agar maksud dan tujuan diselenggarakannya ujian dapat tercapai, maka perlu diadakan beberapa kali ujian, yaitu; Ujian Tengah Semster (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Data nilai dapat diperoleh berdasarkan atas nilai UAS, UTS dan nilai kegiatan rangkaian, seperti; penulisan karangan/essay, pekerjaan rumah/tugas, keaktifan/partisipasi dalam kelas, praktek, diskusi, kuis dan sebagainya. Dalam menentukan nilai akhir, bobot nilai-nilai yang merupakan komponennya perlu ditentukan dulu oleh dosen yang bersangkutan dan diberitahukan kepada mahasiswa, misalnya; Nilai UAS 50%, Nilai UTS 25%, Tugas rumah 15%, keaktifan di kelas 10%.
Dengan adanya data nilai yang terdiri atas berbagai jenis nilai tersebut, evaluasi hasil studi mahasiswa dalam suatu kegiatan pendidikan dapat dilaksanakan lebih tepat. Hal ini juga akan memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk rajin belajar.

 Sistem Penilaian

Sistem penilaian yang sesuai dengan maksud dan tujuan yang disebutkan di atas adalah sistem penilaian relatif, yaitu sistem yang digunakan untuk menilai kemampuan mahasiswa secara relatif terhadap kemampuan mahasiswa lain dalam kelasnya. Dalam hal ini, digunakan anggapan bahwa dalam suatu kelompok mahasiswa, pasti terdapat mahasiswa yang berkemampuan amat baik diberikan nilai A, mahasiswa yang berkemampuan baik diberi nilai B, berkemampuan cukup diberikan nilai C, mahasiswa yang berkemampuan kurang diberi nilai B, dan nilai E untuk yang berkemampuan jelek.
Dengan demikian, nilai-nilai tersebut memiliki arti sebagai berikut :

                                    A          = Amat Baik
                                    B          = Baik
                                    C          = Cukup
                                    D          = Kurang
                                    E          = Jelek

Dimungkinkan pula untuk memberi nilai A/B, B/C, C/D, sesuai dengan hasil pekerjaannya. Di samping itu, digunakan pula nilai K dan T, yang berarti :

K= Kosong (Tidak ada nilai), data nilai tidak ada karena mahasiswa yang bersangkutan mengundurkan diri dari kegiatan pendidikan secara sah. Kalau mengundurkan diri secara tidak sah diberi nilai E.
T = Tidak Lengkap , data nilai kurang lengkap, karena belum semua tugas diselesaikan pada waktunya atas ijin dosen yang bersangkutan. Tugas tersebut harus diselesaikan selambatnya-lambatnya dalam waktu tertentu (sesuai ketentuan dosen yang bersangkutan), kalau tidak dipenuhi nilai T diubah menjadi E.

Evaluasi Hasil Studi

Evaluasi hasil studi mahasiswa dilakukan dengan menghitung Indeks Prestasi (Nilai Rata-rata) dengan menggunakan rumus berikut :

            Jumlah SKS Mata Kuliah yg Diambil x Nilai Bobot Masing-Masing
IP = ———————————————————————————-
                                    Jumlah SKS Mata Kuliah yg Diambil

 Untuk menghitung Indeks Prestasi tersebut, nilai huruf diubah menjadi bobotnya menurut daftar berikut :               
                                              A          = 4                                C        = 2
                                              A/B     = 3,5                            C/D   = 1,5
                                              B           = 3                                D        = 1
                                              B/C      = 2,5                            E         = 0

Nilai K dan T     tidak diikutkan dalam perhitungan IP.  Evaluasi hasil studi dilakukan sekurang-kurangnya pada akhir semester, pada akhir dua tahun pertama dan pada akhir jenjang studi.

Evaluasi Hasil Studi Dua Tahun  Pertama Pada Jenjang Studi Sarjana Psikologi (S1)

Pada akhir dua tahun pertama, terhitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta untuk pertama kalinya, hasil studi mahasiswa dievaluasi untuk menentukan apakah ia boleh melanjutkan studi atau harus meninggalkan Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta.
Mahasiswa boleh melanjutkan studi di Sekolah Tinggi PsikologiYogyakarta, apabila memenuhi syarat-syarat :

  1. Mengumpulkan sekurang-kurangnya 30 SKS
  2. Mencapai indeks prestasi kumulatif  ³ 2,00 (C)
  3. Tanpa nilai E

Nilai D tetap dapat dipergunakan untuk menghitung IP. Pada dua tahun pertama mahasiswa tidak diperbolehkan mengambil cuti akademik.

Evaluasi hasil Studi Pada Akhir Program Studi

Jumlah SKS minimun yang harus dikumpulkan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Sarjana Psikologi (S1), minimal 151 SKS dengan rincian mata kuliah inti  69 SKS, mata kuliah wajib institusional 10 SKS dan sisanya 72  SKS dari mata kuliah yang ada, dengan persyaratan :

  1. IP kumulatif kegiatan pendidikan di luar skripsi ³ 2,00
  2. Tidak ada nilai E
  3. Jumlah SKS kegiatan pendidikan dengan nilai D, tidak lebih dari 25 % jumlah SKS total.
  4. Telah menyelesaikan dan menempuh ujian skripsi dengan nilai minimal B.

 Mahasiswa yang dinyatakan lulus menerima predikat kelulusan sebagai berikut :

            IPK       3,51 sd. 4,00     dengan pujian (Cum Laude)
            IPK       2,76 sd. 3,50     sangat memuaskan
            IPK       2,00 sd. 2,75     memuaskan

Untuk memperbaiki nilai mahasiswa diperkenankan mengambil kembali kegiatan pendidikan yang pernah diikuti dalam batas waktu studi yang diijinkan. Nilai yang dipergunakan untuk menghitung IP ialah nilai tertinggi yang pernah dicapai.

Batas Waktu Studi

 Jenjang studi Sarjana Psikologi (S1) harus dapat diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu selama-lamanya 7 (tujuh) tahun.   Pada akhir batas waktu studi dilakukan evaluasi hasil studi. Apabila ternyata syarat-syarat penyelesaian jenjang studi tidak dipenuhi, mahasiswa yang bersangkutan harus meninggalkan Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (mengundurkan diri).